Pengembangan Media
Pembelajaran
KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN
PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
prinsip-prinsip kegiatan belajar-mengajar
Berpusat pada siswa Belajar dengan melakukan Mengembangkan kemampuan sosial
Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah bertuhan mengembangkan
keterampilan pemecahan masalah mengembangkan kreatvitas siswa mengembangkan
kemampuan menggunakan ilmu dan teknologi menumbuhkan kesadaran sebagai warga
negara yang baik belajar sepanjang hayat perpaduan kompetisi, kerjasama, dan
solidaritas.
Panduan prinsip-prinsip pembelajaran efektif
Pembelajaran efektif bersifat eklektik (mata pelajaran disekolah) Pembelajaran
efektif berkaitan langsung dengan keberhasilan pencapaian pengalaman belajar
Pembelajaran efektif menguatkan praktek dalam tindakan Pembelajaran efektif
mengintegrasikan (pembauran hingga menjadi kesatuan yg utuh atau
bulat) komponen-komponen kurikulum
inti Pembelajaran efektif bersifat dinamis dan dapat membangkitkan kegairahan
Pembelajaran efektif merupakan perpaduan antara seni dan ilmu tentang
pengajaran Pembelajaran efektif membutuhkan pemahaman komprehensif tentang
siklus pembelajaran Pembelajaran efektif dapat menemukan ekspresi terbaiknya
ketika guru berkolaborasi untuk mengembangkan, mengimplementasikan, dan
menemukan bentuk praktek mengajar yang profesional
GURU, PESERTA DIDIK, DAN
PEMBELAJARAN
Peran
Guru : memperhatikan dan bersikap positif; mempersiapkan baik isi materi pelajaran
maupun praktek pembelajarannya; memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap
siswanya; memiliki sensitivitas dan sadar akan adanya hubungan antara guru,
siswa, serta tugas masing-masing; konsisten dan memberikan umpan balik positif
kepada siswa. Peran Siswa : tertarik pada topik yang sedang dibahas;
dapat melihat relevansi topik yang sedang dibahas; merasa aman dalam
lingkungan sekolah; terlibat dalam pengambilan keputusan
belajarnya; memiliki motivasi; melihat hubungan antara pendekatan
pembelajaran yang digunakan dengan pengalaman belajar yang akan
dicapai. Tugas pembelajaran : spesifik dan dapat dikelola dengan
baik kemampuan yang dapat dicapai dan menarik bagi siswa secara aktif
melibatkan siswa bersifat menantang dan relevan bagi kebutuhan siswa
Variabel-variabel dalam memilih bentuk
pembelajaran Sejumlah variabel sebaiknya dijadikan pertimbangan ketika guru
menyeleksi model pembelajaran, strategi, dan metode-metode yang akan digunakan.
Variabel-variabel tersebut di antaranya : hasil dan pengalaman belajar siswa
yang diinginkan; urutan pembelajaran ( sequence ) yang selaras : deduktif atau
induktif; tingkat pilihan dan tanggung jawab siswa ( degree ); pola interaksi
yang memungkinkan; keterbatasan praktek pembelajaran yang ada.
KERANGKA KERJA PENGAJARAN
Model-model Pembelajaran Model menggambarkan
tingkat terluas dari praktek pendidikan dan berisikan orientasi filosofi
pembelajaran. Model digunakan untuk menyeleksi dan menyusun strategi
pengajaran, metode, keterampilan, dan aktivitas siswa untuk memberikan tekanan
pada salah satu bagian pembelajaran (topik konten). Joyce dan Weil (1986)
mengidentifikasi empat model yakni:
a) model proses informasi,
b) model personal,
c) model interaksi sosial, dan
d) model behavior.
Strategi Pembelajaran Dalam setiap model
terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan. Menurut arti secara leksikal,
strategi adalah rencana atau kebijakan yang dirancang untuk mencapai suatu
tujuan. Dengan demikian strategi mengacu kepada pendekatan yang dapat dipakai oleh
guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Strategi dikelompokkan menjadi
strategi langsung ( direct ), strategi tidak langsung ( indirect ), strategi
interaktif ( interactive ), strategi melalui pengalaman ( experiential ), dan
strategi mandiri ( independent ).
STRATEGI PENGAJARAN
1. Strategi Pembelajaran Langsung ( direct
instruction ) Strategi pembelajaran langsung merupakan strategi yang kadar
berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada strategi
ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran
eksplisit, praktek dan latihan, serta demonstrasi. Strategi pembelajaran
langsung efektif digunakan untuk memperluas informasi atau mengembangkan
keterampilan langkah demi langkah
2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (
indirect instruction ) Pembelajaran tidak langsung memperlihatkan bentuk
keterlibatan tinggi siswa dalam melakukan observasi, penyelidikan, penggambaran
inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis. Dalam pembelajaran tidak
langsung, peran guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung,
dan sumber personal (resource person). Guru merancang lingkungan belajar,
memberikan kesempatan siswa untuk terlibat, dan jika memungkinkan memberikan
umpan balik kepada siswa ketika mereka melakukan inkuiri. Strategi pembelajaran
tidak langsung mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak, non-cetak, dan
sumber-sumber manusia.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif (
interactive instruction ) Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada
bentuk diskusi dan saling berbagi di antara peserta didik. Seaman dan Fellenz
(1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling berbagi akan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk memberikan reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan,
dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam
berpikir. Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang
pengelompokkan dan metode-metode interaktif. Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk
diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau pengerjaan tugas berkelompok, dan
kerjasama siswa secara berpasangan.
4. Strategi Belajar Melalui Pengalaman (
experiential learning ) Strategi belajar melalui pengalaman menggunakan bentuk
sekuens induktif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.
Penekanan dalam strategi belajar melalui pengalaman adalah pada proses belajar,
dan bukan hasil belajar. Guru dapat menggunakan strategi ini baik di dalam
kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas dapat digunakan
metode simulasi, sedangkan di luar kelas dapat dikembangkan metode observasi
untuk memperoleh gambaran pendapat umum.
5. Strategi Belajar Mandiri ( independent study
) Strategi belajar mandiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran
yang tujuannya adalah mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa,
percaya diri, dan perbaikan diri. Fokus strategi belajar mandiri ini adalah
merencanakan belajar mandiri siswa di bawah bimbingan atau supervisi guru.
Belajar mandiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan
menentukan kecepatan belajarnya.
METODE PENGAJARAN
Metode-metode Pembelajaran Metode digunakan
oleh guru untuk mengkreasi lingkungan belajar dan menkhususkan aktivitas di
mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya
metode digunakan melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup
kemungkinan beberapa metode berada dalam strategi yang bervariasi, artinya
penetapan metode dapat divariasikan melalui strategi yang berbeda tergantung
pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam
kegiatan pembelajaran. Keterampilan-keterampilan pembelajaran Keterampilan
merupakan perilaku pembelajaran yang sangat spesifik. Di dalamnya terdapat
teknik-teknik pembelajaran seperti teknik bertanya, diskusi, pembelajaran
langsung, teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. Dalam
keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan perencanaan
yang dikembangkan guru, struktur dan fokus pembelajaran, serta pengelolaan
pembelajaran.
PENGEMBANGAN MEDIA KEGUNAAN
MEDIA
Memperjelas pesan agar tidak terlalu
verbalistis Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera Mengatasi
sikap pasif siswa menjadi lebih bergairah Mengkondisikan munculnya persamaan
persepsi dan pengalaman PENGERTIAN MEDIA AECT : media sebagai bentuk dan
saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi Gagne : media
adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang
untuk belajar Briggs : media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan
pesan serta merangsang siswa untuk belajar NEA : media adalah bentuk komunikasi
baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya MEDIA adalah segala
sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta
perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar terjadi
PEMILIHAN MEDIA CIRI UTAMA
MEDIA YAKNI SUARA, VISUAL, GERAK KLASIFIKASI MEDIA
Audio visual gerak / diam Visual gerak / diam
Audio Cetak PERTIMBANGAN PEMILIHAN MEDIA Tujuan yang ingin dicapai
Karakteristik siswa/sasaran Jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio,
visual, gerak) Keadaan lingkungan setempat Luasnya jangkauan yang ingin
dilayani

Tidak ada komentar:
Posting Komentar